LEADERSHIP

I. Pengertian Leadership

Dalam Islam ada Hadits riwayat Muslim : Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan tiap-tiap kamu akan diminta pertanggung jawabannya atas orang yang dipimpinnya tersebut. Maka seorang pemimpin yang memimpin orang banyak adalah penanggung jawab dari mereka yang dipimpin.  Atau dalam Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 30. Menurut Al Farabi mengartikan rais atau pemimpin yang diibaratkan seperti hati yang ada pada diri manusia dan menjadi penentu dalam segala aktifitasnya. Al Aqqad memaknai pemimpin sebagai orang yang memimpin manusia di dalam menegakkan hukum (syara) sehingga syarat-syarat yang diminta darinya berpusat pada kesanggupan menegakkan hukum itu. Setiap orang yang memimpin manusia dan menjaga hukum, patutlah menjadi pemimpin dalam Islam (Al Dhimogratiyah fil Islam). Hisyam Al thalib (Training Guide for Islamic Workers) : Kepemimpinan adalah suatu proses untuk menggerakan manusia menuju suatu tujuan yang telah ditetapkan dengan memotivasi mereka dengan cara yang tidak memaksa. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk  mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24). Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7). Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46). Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).

Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi atau mengatur (memanagemen) orang baik individu maupun masyarakat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan, kepemimpinan adalah usaha untuk mencapai tujuan dengan menggunakan daya pengaruh, potensi yang ada (baik pemimpin atau yang dipimpin) secara bersama-sama, dinamis, dan harmoni

II. Sebab-sebab terjadinya kepemimpinan,

Term kepemimpinan tak lepas dari unsur influencer, yakni yang mem-pengaruhi dan influence, yakni yang dipengaruhi. Sardjuli menyimpulkan, ada beberapa unsur pokok kepemimpinan, yaitu:

1.    Adanya interaksi, yaitu hubungan timbale balik saling mempengaruhi antar anggota dalam kelompok.

2.    Adanya pemimpin, yaitu orang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain mau berbuat atau bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan mampu membina serta mengembangkan interaksi antar anggota dalam kelompok.

3.    Adanya terpimpin atau pengikut, yaitu menerima pengaruh.

4.    adanya sarana atau alat untuk mempengaruhi orang lain dan untuk menjalin serta meningkatkan integritas kelompok, sehingga mereka secara sadar dan ikhlas mau bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

5.    Adanya tujuan yang akan dicapai bersama.

III. Tugas dan Peran Pemimpin

Menurut  James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:

1.     Pemimpin bekerja dengan orang lain

Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi.

2.     Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas).

Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.

3.     Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas

Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada  staf.  Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

4.     Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual

Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan  lain.

5.     Manajer adalah seorang mediator

Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).

6.     Pemimpin adalah politisi dan diplomat

Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.

7.     Pemimpin membuat keputusan yang sulit

Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg,  Peran Pemimpin adalah :

  1. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
  2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
  3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator.

IV. Tipe kepemimpinan

Kepemimpinan dapat diklasifikasikan berdasarkan atas kecenderungan dalam memimpin. Dari kecenderungan dalam memimpin tersebut, pada dasarnya terdiri dari 3 (tiga) tipe kepemimpinan, yaitu:

No Otokratis Demokratis Laissez Faire
1 Semua penentuan kebijakan dilakukan oleh pimpinan Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan dengan dorongan dan bantuan dari pimpinan Kebebasan penuh bagi    keputusan kelompok atau individu, dengan partisipasi minimal dari pemimpin.
2 Teknik-teknik dan langkah-langkah kegiatan didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkat yang luas. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan bila dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis, pimpinan menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih. Bahan-bahan yang bermacam- macam disediakan oleh pemimpin yang menbuat selalu siap bila dia akan memberikan informasi pada saat ditanya. Dia tidak mengambil bagian dalam diskusi kerja.
3 Pemimpin biasanya mendikte tugas kerja bagian dan kerja bersama setiap anggota. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih, dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
4 Pemimpin cenderung menjadi “pribadi” dalam pujian dan kesamaannya terhadap kerja setiap anggota; mengambil jarak dari partisipasi kelom ngambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan ke ahliannya. Pemimpin adalah obyektif atau “fact minded” dalam pujian dan kecamannya, dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian-kejadian.

Sehubungan dengan ketiga dasar teori kepemimpinan yang diuraikan diatas, W. J. Reddin mengemukakan ada delapan gaya atau tipe-tipe kepemimpinan dengan cirri-cirinya sebagai berikut:

a. Tipe Deserter

Pemimpin yang bertipe deserter, adalah tipe pemimpin yang tidak mempunyai apa-apa, atau hanya sedikit sekali memiliki orientasi tugas, hubungan kerja dan efektivitas. Pemimpin yang bertipe deserter mempunyai cirri-ciri:

1)    Tidak atau kurang menunjukan minatnya pada tugas.

a)    Menghindari diri dsari tugas yang dibebankan kepadanya.

b)   Hanya melibatkan diri pada tugas yang memerlukan energi secara minim.

c)    Hanya suka pada jabatannya, namun kurang menyukai tugas yang harus diselesaikan.

2)    Tidak atau kurang menunjukan minatnya pada hubungan dengan orang lain. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:

a)    Secara aktif menyendiri dan kurang suka bergaul dengan orang lain.

b)   Mengabaikan orang-orang lain dalam organisasi.

c)    Menyabot pekerjaan orang lain dengan jalan mengganggu atau memahami informasi yang diperlukan oleh orang lain.

d)    Kerap kali mengecewakan orang lain dan organisasinya dengan cara tidak terpuji.

3)    Tidak atau kurang efektif. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:

a)    Bermaksud mencapai hasil minimum saja agar supaya tidak ada orang lain yang mengusahakannya.

b)   Mudah menyerah apabila mendapatkan kesulitan pada tingkat permulaan dalam pelaksanaan tugas, khususnya apabila dia tidak brehasil dalam mencapai target yang diharuskan untuk dicapai.

b. Tipe Bureaucrat

Pemimpin yang bertipe bureaucrat adalah tipe poemimpin yang hanya berorientasi pada keefektifan saja. Pemimpin tipe ini memiliki sifat-sofat sebagai berikut:

1)    Selalu berorientasi pada keefektifan. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya sebagai berikut:

a)    Bekerja sesuai dengan prosedur yang benar dan peraturan yang berlaku.

b)   Taat pada peraturan organisasi serta taat pada perintah secara tepat.

c)    Memelihara kepentingan lingkungan dengan selalu mengikuti aturan-aturan manajerial.

2)    Tidak atau kurang berorientasi pada tugas. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:

a)    Tidak menyukai tugas yang diserahkan kepadanya.

b)   Ide-idenya tidak atau kurang mendorong untuk meningkatkan produksi.

3)    Tidak atau kurang berorientasi pada hubungan dengan orang lain. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:

a)    Tidak atau kurang menyukai masyarakat.

b)   Tidak atau kurang mengembangkan hubungan dengan bawahannya.

c)    Sangat percaya bahwa hubungan baik dengan orang lain sulit dicapai.

c. Tipe Missionary

Pemimpin yang bertipe missionary, adalah tipe pemimpin yang hanya mempunyai sifat yang berorientasi pada hubungan kerja saja. Pemimpin ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1)    Berorientasi kepada hubungan baik. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya yang antara lain:

a)    Peramah dan murah senyum kepada semua orang.

b)   Menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.

c)    Persahabatan melebihi segala-galanya.

d)    Mecegah terjadinya pertentangan walaupun kecil.

e)    Tidak pernah berdebat atau mengadakan konflik dengan orang lain.

2)    Tidak atau kurang berorientasi pada tugas. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:

a)    Melaksanakan tugas dengan santai. Yang penting situasi kerja menyenangkan bawahannya.

b)   Membahagiakan bawahan agar mewreka suka melaksanakan tugas dengan baik.

3)    Tidak berorientasi pada keefektifan. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:

a)    Mencapai hasil kurang penting. Yang penting adalah hubunagn baik dengan orang lain, khususnya dengan anak buahnya.

b)   Hasil yang dicapai minimum sekali.

c)    Kurang atau tidak pernah memecahkan persoalan.

d. Tipe Developer

Pemimpin yang bertipe developer, adalah tipe pemimpin yang memiliki orientasi atas keefektifan dan hubungan baik dengan orang lain. Pemimpin yang bertipe ini memiliki sifat-sifat antara lain adalah sebagai berikut:

1)    Karena berorientasi pada keefektifan, maka seorang developer memiliki sifat-sifat antara lain:

a)    Mahir dalam menciptakan kondisi untuk bekerjasama dalam menciptakan kondisi untuk bertanggungjawab.

b)   Efektif dalam hal bekerjasamadan menggerakan orang lain.

2)    Berorientasi pada hubungan baik dengan orang lain, sehingga memiliki sifat-sifat antara lian:

a)    Percaya penuh kepada orang l;ain.

b)   Mengadakan hubungan baik dengan orang lain untuk mengembangkan bakat-bakat mereka.

c)    Percaya bahwa orang lain dapat melakukan pengarahan dan pengendalian diri sendiri.

d)    Percaya bahwa orang lain dapat bertanggung jawab penuh.

e)    Percaya bahwa kecerdasan, kreativitas dan daya khayal tidak hanya dimiliki oleh para bawahan.

3)    Kurang atau tidak berorientasi kepada tugas. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:

a)    Memiliki vasibilitas yang rendah terhadap tugas.

b)   Berpendapat bahwa kerja adalah biasa saja, sama halnya dengan beristirahat atau bermain.

e. Tipe Autocrat

Pemimpin yang bertipe autocrat adalah tipe pemimpin yang mempunyai orientasi pada tugas saja. Pemimpin tipe ini memiliki cirri-ciri sebagai berikut:

1)    Tipe yang hanya berorientasi terhadap tugas saja, oleh sebab itu dia memiliki sifat-sifat antara lain:

a)    Melaksanakan tugas adalah diatas segala-galanya, artinya melaksanaka tugas adalah hal yang paling penting.

b)   Berpendapat bahwa orang pada dasarnya tidak suka bekerja atau suka menghindarkan diri dari tugas yang dibebankan. Oleh sebab itu tipe kepemimpinan yang demikian memandang bahwa bawahan tidak memiliki inisiatif sendiri.

2)    Tipe ini kurang memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, khususnya dengan bawahan. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:

a)     Kurang mengacuhkan pergaulan sesamanya dan sesame bawahannya.

b)   Kurang mempercayai orang lain.

c)    Orang pada umumnya takut kepadanya dan kurang menyukainya.

d)    Berpendapat bahwa bawahan tidak lebih dari tambahan mesin.

e)    Tugas bawahan tidak lain dan tidak lebih dari menuruti perintah pimpinan.

f)     Tidak mudah memberikan maaf kepada orang lain.

g)    Kepemimpinannya akan memperoleh ketaatan buta dan mungkin sekali akan diasingkan dari kelompoknya.

3)    Tipe Autocrat kurang memiliki keefektifan. Hal ini antara lain tampak pada sifat-sifatnya:

a)    Pandangan pada pekerjaan amat sederhana, yaitu hanya korelasi antara pemimpin yang mengeluarkan perintah dan bawahan yang mengerjakan perintah.

b)   Tidak memahami arti menggerakan bawahan, kecuali hanya dengan main perintah saja.

c)    Tanggung jawab hanya pada tangan pemimpin.

d)    Membangkitkan rasa takut kepada bawahan agar bawahan mau bekerja.

e)    Menangani konflik yang timbul dengan jalan menekannya.

f)     Apabila ada bawahannya yang berbeda pendapat dengan dia berarti menentang kewenangannya.

g)    Akibat dari sifat-sifatnya akan menghasilkan kelompok yang terpecah-pecah, pembuat masalah, dan orang-orang yang bertipe deserter.

f. Tipe Benevolent Autocrat

Pemimpin yang bertipe benevolent autocrat adalah tipe pemimpin yang berorientasi pada tugas dan keefektifan. Memiliki cirri-ciri antara lain sebagai berikut:

1)    Berorientasi pada tugas, sehingga sifat-sifatnya antara lain sebagai berikut:

a)    Mahir membuat orang lain mengerjakan apa yang diinginkan namun tanpa menciptakan rasa dendam terhadapnya.

b)   Sifat-sifat lain hamper mirip dengan tipe autocrat, namun lebih lancer dan lebih baik sebab dia juga berorientasi pada keefektifan.

2)    Berorientasi kepada eefektifan, sehingga sifat-sifatnya antara lain:

a)    Mementingkan keefektifan dalam memperoleh hasil yang diinginkan.

b)   Memperbaiki keterampilan dengan belajar dari pengalaman dan kesalahan.

c)    Mengetahui peraturan-peraturan serta metode-metode dengan sangat baik.

3)    Kurang berorientasi kepada hubungan dengan orang lain, sehingga dia bersifat:

a)    Kurang yakin sepenuhnya pada dirinya sendiri dalam cara menangani bawahannya.

b)   Akibatnya bawahannya banyak yang tidak bertanggung jawab kepadanya, meskipun dia sangat bertanggung jawab terhadap bawahannya.

g. Tipe Compromiser

Tipe pemimpin compromiser adalah tipe pemimpin yang memiliki orientasi pada tugas dan hubungan baik dengan orang lain. Cirri-cirinya antara lain:

1)    Berorientasi pada hubungan baik dengan orang lain, sehingga sifat-sifatnya antara lain:

a)    Membiarkan semua orang mengatakan pendapatnya agar mereka merasa ikut serta dalam proses pembuatan keputusan.

b)   Merasa beruntung bila semuanya dapat berjalan baik.

c)    Membuat atasan atau orang-orng yang mempengaruhi kariernya menjadi senang, serta suka mengambil muka atau berpura-pura berbuatbaik.

2)    Berorientasi pada tugas sehingga tampak sifat-sifatnya antara lain sebagai berikut:

a)    Selain menilai setiap tugas yang akan dikerjakan

b)   Setiap tugas harus merupakan suatu rangkaian kompromi.

3)    Kurang berorientasi kepada keefektifan, sehingga tanpak sifat-sifatnya antara lain:

a)    Selalu mendua hati dan selalu mementingkan kompromi dalam menangani segala sesuatu.

b)   Tidak pernah mengerjakan sesuatu dengan baik.

c)    Dia mendorong bawahan namun tidak sepenuh hati dan tidak bersungguh-sungguh.

d)    Memahami manfaat orang-orang yang berorientasi pada tugas dan hubungan baik, namun tidak mampu dan tidak mau menerapkan secara efektif.

h. Tipe Executive

Tipe pemimpin executive adalah tipe pemimpin yang berorientasi pada tugas, hubungan kerja yang baik dan pada keefektifan. Oleh sebb itu, pemimpin tipe ini memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

1)    Karena berorientasi pada tugas, maka sifat-sifatnya adlah:

a)    Memandang bahwa pekerjaan orang lain sama baiknya dengan pekerjaan sendiri.

b)   Menetapkan standar yang tinggi untuk produksi.

c)    Membangkitkan partisipasi terhadap bawahan.

d)    Kepatuhannya terhadap tugaaas sangat meyakinkan kepada bawahan.

e)    Memadukan antara kepentingan individu dengan kepentingan organisasi.

f)     Memberikan semangat yang tinggi disertai contoh moral yang tinggi pula.

g)    Tidak memeras bawahan, tetapi bawahan tetap bekerja keras dengan penuh kesadaran dan kesukarelaan.

2)    Karena berorientasi pada hubungan baik, maka sifat-sifatnya antara lain adalah:

a)    Memeperlakukan orang lain sesuai dengan sifat masing-masing orang, dan memandang orang lain sebagia teman kerja yang penting.

b)   Pergaulannya dengan ornag lain sangat baik sehingga menjadi teladan bagi semuanya.

c)    Menciptakan keinginan maju kearah yang lebih baik kepada bawahannya.

d)    Memandang semua bawahannya sebagai orang yang telah dewasa dan matang, sehingga mereka perlu memperoleh kebebasan dan disamping itu juga keterikatan akan tugas dan tanggung jawab.

3)    Karena berorientasi kepada keefektifan, maka sifat-sifatnya antara lain adalah:

a)    Bekerja sangat efektif.

b)   Melatih bawahannya untuk menjadi kelompok yang efisien dan bekerja secara lancar.

c)    Menyambut baik ketidak-cocokan dan konflik sebagai sesuatu yang wajar dan pasti terjadi dalam suatu organisasi.

d)    Tidak menekan, tidak memalingkan muka terhadap konflik, dan tidak menghindarkan diri dari persengketaan yang timbul.

e)    Menyelesaikan semua perbedaan pendapat dengan sebaik-baiknya.

f)     Tidak menutupi kesalahan timnya.

g)    Tahu saat yang tepat untuk membuat putusan.

h)    Tahu saat yang tepat kapan tim harus bermusyawarah untuk menyelesaikan hal-hal yang penting.

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s