Cantik Itu?

Download versi pdf

“Wuih Cantiknya…” kata Paijo saat nongkrong diwarung kopi pinggir jalan kala melihat seorang cewek berkulit putih dan berambut lurus hasil “rebondingan” yang kebetulan melintasi. “Mana tho?” kata Paimin yang juga ikutan ngopi diwarung itu. “Yang ini baru cantik…” kata Paimin yang tadi seolah tak percaya pada pernyataan Paijo tentang kecantikan si putih dengan rambut lurus rebondingnya itu. Sekarang pertanyaannya yang cantik itu yang bagaimana sih?

“Cantik itu relatif” itulah kata-kata yang sering kita dengar apabila kita bertanya tentang definisi cantik. Kecantikan juga merupakan sebuah kesepakatan suatu kelompok dalam menanggapi tentang arti cantik itu sendiri.Dari waktu kewaktu kriteria cantik itu dapat berubah-ubah sesuai dengan kesepakatan masyarakat. kriteria cantik itu sendiri tergantung pada “sikon” alias situasi dan kondisi yakni tren yang sedang berkembang dan kondisi kultur masyarakatnya.<!–more… selanjutnya–>

Dijaman kolonial, di kalangan etnik maori, wanita dikatakan cantik apabila si wanita itu besar dan gemuk. yah itulah suka ga’ suka, senang ataupun tak senang itulah kenyataannya. Lain halnya dengan kriteria cantik di jawa pada jaman kerajaan dulu yang menganggap orang cantik itu adalah seorang yang berkulit coklat atau kuning langsat atau yang (maaf) pantatnya lumayan berisi atau berpinggang lebar karena body wanita yang demikian bisa beranak pinak dengan mudah hehehe. Beda lagi kalo kita bertanya pada suku ataupun bangsa lain tentang definisi cantik. Kalo gak percaya silahkan googling sendiri ajadah.

Lalu bagaimana dengan saat ini? Tentunya dengan perubahan waktu berubah pula pemikiran manusia dalam menilai sesuatu. Kalau saat saya masih kecil dulu, saya masih ingat sang ibunda saya rela mengeluarkan uang untuk membeli obat keriting dan rol rambut. Itu semua dilakukan bukan hanya oleh ibu saya akan tetapi juga sebagian besar wanita-wanita saat itu. Apa coba tujuannya? Yang pasti buat mempercantik diri (meskipun sebenarnya rambut ibunda saya emang ikal). Itulah jaman sekitar tahun 80-90an. Bagaimana dengan sekarang? Secara umum, wanita cantik pada jaman sekarang ini di Indonesia diidentikkan dengan kulit putih, rambut hitam legam lurus pula, hidung yang mancung, serta body yang aduhai (kata orang-orang sih mirip gitar spanyol meskipun sampai sekarang saya belum pernah lihat langsung gitar spanyol, yang penting gitar lah)

Pernahkah kita melihat iklan sebuah produk kecantikan. Salah satu contohnya adalah sebuah produk lotion pemutih kulit. “Lihatlah kulit Santi tak seputih Sinta” secara tidak langsung digambarkan bahwa orang yang berkulit putih itu lebih cantik daripada orang yang berkulit (maaf again) gelap. Akibatnya para wanita yang mempunyai spesifikasi kulit seperti diatas merasa tertekan dan bingungnya bukan main sehingga mereka mati-matian berusaha menjadikan kulit mereka seputih Sinta.

Selain tentang kulit putih, diatas telah disebutkan tentang kriteria wanita cantik itu berbody langsing dan berambut lurus. Jadi jangan kaget seumpama keluarga kita (entah itu nenek, ibu, bibi, kakak cewek, atau adik cewek kita -pokoknya yang cewek-) pada menjadi lebih boros diongkos karena mengejar persepsi cantik tersebut dengan seharian disalon mulai dengan spa, rebounding, meni pedi, atau apapun istilahnya (maaf nggak hafal istilah persalonan) dan mungkin malah rela nggak makan dan menyiksa diri dengan diet ketatnya.

Terus wanita yang benar-benar cantik itu yang bagaimana? Kalau saya boleh menjawab (harus boleh dong -maksa ya-) wanita cantik itu tergantung selera. Perlu bukti? Saya mati-matian bilang kalau ibunda dan nenek saya itu cantiknya minta ampun walaupun kata orang ibunda saya juga cantik, dan walaupun nenek saya rambutnya nggak hitam legam (juga nggak rebondingan) bodinya juga nggak kayak gitar spanyol tapi saya juga merasa nenek saya cantiknya minta ampun (kalau nggak bilang cantik takut dosa -hehehe-).  itu dari segi fisik aja lho. Yah bagaimanapun juga dalam mengenal manusia awal kita lihat pasti fisiknya dahulu karena kita ini kan mahluk kasar nggak kayak jin dan malaikat yang ghaib.

Lha kalau begitu? Yah silahkan berpendapat sendiri tentang cantik fisik. Karena kecantikan yang sesungguhnya dari seorang wanita apabila keberadaannya (keberadaan wanita itu) berdampak baik bagi keluarga dan lingkungannya.

Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:

1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan
mata kaum laki-laki.

Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan
memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia
akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet
alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki
akan tertarik padanya.

2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu
menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria

Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus
fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki
bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang
akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa
melupakannya.

3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya

Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti.
Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti
berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap
lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.

4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan
suaranya yang hangat.

Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki
mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku
sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya
bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan
semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah
kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya

Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh
orang-orang di sekitarnya

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya

Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah
menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang
membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak
pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi
istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik.
Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan mejadi istri dan ibu
yang baik.

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia

Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh
pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku
keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi
sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki
lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik
kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi
pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah
berjuang.

8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk
memberi.

Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi,
tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain
senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat
wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya
biasa-biasa saja.

Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan
kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat.
Mudah caranya, murah biayanya.

Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantikan ini sifatnya
abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti
kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja
menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih?
Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s