Bulan Itu Telah Pergi

Umat Muslim diseantero dunia setiap satu tahun menghadapi sebuah bulan yang mewajibkan bagi ummatnya untuk melaksanakan ibadah puasa. Tidak tanggung-tanggung balasan yang dijanjikan pada bulan inipun luar biasa menggiurkan bagi orang yang percaya akan kebesaran Allah. Bulan ini disebut sebagai Bulan Ramadhan.

Pemandangan yang selalu terlihat saat bulan Ramadhan adalah ramainya masjid-masjid saat malam hari datang, yaitu saat jam telah memasuki waktu Sholat Isya’. Pada saat (waktu Sholat isya’) ini para kaum muslim berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan ibadah sholat Isya’ dan dilanjutkan dengan Sholat Taraweh dan Witir. Pasca pelaksanaan itu semua masjid masih terlihat sangat ramai karena kaum muslim masih melaksanakan ibadah lain yaitu tadarus Al-Qur an ataupun mendengarkan ceramah atau diskusi religi.

Kejadian kontras seakan menghinggapi masjid-masjid tatkala Ramadhan sudah berlalu, Masjid-masjid seakan tak mempunyai jama’ah Sholat. Jangankan ada sebuah majlis ta’lim, mendengar orang membaca Al-Qur an saja sulit ditemui.

Akankah budaya religius akan tergeser hanya pada bulan Ramadhan saja? Apakah dengan kepergian bulan Ramadhan pergi juga nilai Syi’ar Agama melalui kajian-kajian Ilmiah religi dimasjid-masjid?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s