NEGERI EPOS

Bulan Agustus merupakan bulan dimana terdapat hari kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu pada tanggal 17. Pada bulan ini juga isu nasionalisme santer didengungkan dan berbagai macam upacara dilakukan. Cukupkah itu semua untuk membangkitkan jiwa nasionalisme generasi penerus bangsa ini?

Mungkin untuk hal yang bersifat temporer kagiatan semacam itu terkesan berlebihan. kenapa saya bilang berlebihan? Karena hal-hal semacam itu akan hilang berbarengan dengan berahirnya kegiatan itu. kita sering mendengar cerita tentang kepahlawanan dan perjuangan para leluhur dalam memperjuangkan bangsa ini dari penjajahan kolonial.

Kemudian apa yang tersisa dari perjuangan para leluhur bangsa ini?  Apakah budaya KKN seperti ini yang diharapkan leluhur, atau generasi muda dengan pergaulan bebaskah, berwatak hedonis, dan acuh terhadap kondisi bangsa ini yang diharapkan?

Kegigihan para leluhur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini hanya merupakan sebuah dongeng untuk anak-anak saja yang hanya menjadi cerita pengantar tidur dan hanya menjadi sebuah kebanggan tanpa perwujudan nilai yang terkandung dalam cerita kepahlawanan leluhur.

Negeri ini (Indonesia) merupakan negeri dengan ratusan bahkan ribuan pahlawan yang telah mewarnai belantika perjalanan bangsa ini, tapi dengan banyaknya pahlawan yang telah mencurahkan segala daya dan upaya untuk kemaslahatan bangsa ini bukannya menjadi contoh untuk berbuat lebih untuk bangsa tapi malah menggerogoti bangsa.

Kenapa judul diatas saya tulis negeri epos? Jawabannya singkat saja terjadi penurunan rasa kebangsaan dan penurunan rasa rela berkorban demi bangsa kita lebih sering membanggakan cerita kepahlawanan tanpa mengimplementasikan apa yang terkandung didalamnya, dan lebih menjadi generasi angan-angan yang lemah cita-cita.

Memang perjuangan dalam bela Negara untuk saat ini beda dengan bela negara pada masa para pahlawan pejuang kemerdekaan dulu. Tapi nilai kenegaraan antara dulu dengan kini saya rasa harus lebih kuat. Bukannya lebih mengendur.

Imam Ali pernah berucap “Seorang pemuda yang baik adalah seorang pemuda yang mengatakan inilah aku bukan pemuda yang mengatakan inilah bapakku” itu dimaksudkan agar kita tidak bersembunyi di ketiak para pendahulu kita. Jadi dengan demikian kita juga akan ikut berperan dalam sejarah perjalanan bangsa ini sesuai dengan bidang kita.

“Apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi sejarah besok tinggal kita mau menciptakan sejarah putih atau kelam”

Tulisan ini ditulis saat rasa nasionalisme saya sedang tinggi, mungkin terbawa arus karena menulis dalam bulan Agustus. Sebenarnya saya merasa kasihan dengan Bangsa Indonesia yang hanya dikenang pada bulan Agustus saja. Mohon maaf apabila ada pihak-pihak yang tersinggung atau kurang sependapat dengan tulisan ini dan mohon koreksinya. Mungkin tulisan ini sangat subyektif, tapi inilah adanya karya anak bangsa yang sedang belajar menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s