Dewasa

Ada sebuah cerita. Seorang bapak yang akan mengantarkan anaknya yang sakit untuk berobat, akan tetapi disebuah jalan mobil yang mereka naiki hampir menabrak seorang tua yang akan menyeberang jalan. Untung orang itu selamat. Tenang itu intermeso, ceritanya bukan disitu nyantai aja brow. tak lanjutin ya…

sesampainya disebuah rumah sakit sang bapak harus mengantri dulu karena disana udah ada banyak orang yang juga akan berobat. Tiba giliran sang bapak dan anak tadi tiba-tiba datang seorang yang kondisinya lebih parah dari si anak tersebut dan meminta untuk didahulukan penangannya. Dengan sinisnya si bapak tersebut menolak permintaan  pengantar orang yang sakitnya lebih parah itu. Akan tetapi si anak dengan rendah hati dan legowo mempersilahkan orang yang lebih parah tersebut untuk mendapatkan perawatan. Dengan pertimbangan dan penjelasan sang anak terhadap bapak tersebut, maka si bapak ahirnya mempersilahkan orang yang sakitnya lebih parah tersebut untuk mendapatkan perawatan dahulu.

Ada sebuah pertanyaan, Apa sih sebenarnya parameter kedewasaan seseorang? Sebenarnya kita itu dianggap dewasa bukan karena usia kita yang semakin tua, tapi kita dianggap dewasa itu karena disebabkan oleh sikap kita dalam menghadapi sesuatu hal yang terjadi disekitar kita.

Terus untuk kita menjadi insan dewasa gimana caranya?

Kalo boleh sok pinter sih ane punya tips buat kawan-kawan ne

  1. Sikap dewasa akan teruji saat kita menghadapi suatu persoalan. Jadi, kita jangan sekali-kali lari dari masalah Coz sadar atau tidak masalah itu akan membentuk pribadi kita agar menjadi lebih dewasa dalam bersikap dan lebih dewasa dalam menghadapi orang lain. Dengan kata lain orang yang lari dari masalah adalah seorang PENGECUT.
  2. Perbanyak intensitas sosial, salah satunya aktif dalam berorganisasi. Coz dengan kita lebih sering berinteraksi dengan orang lain kita bisa mengenal pribadi orang lain dan memberi gambaran kepada kita bagaiman cara menghadi orang yang heterogen yang satu ama lainnya tidak mungkin sama. Ingat manusia satu dengan lainnya itu berbeda!
  3. Belajar dan belajar. maksudnya disini bukan hanya belajar dalam hal akademik, tapi juga belajar untuk mengenal diri sendiri dulu atau introspeksi diri.
  4. D L L

Yup, itu tadi sedikit tips untuk mengukur kadar kedewasaan kita. tapi sebenarnya bukan itu saja dan yang perlu diingat itu tips versi Ari Mustofa yang sedang belajar nulis dan tanpa referensi dan hanya menulis berdasarkan suasana hati dan melalui sebuah ritual yang bernama pengalaman.

Satu pesan buat kalian

Syukuri apa yang terjadi kemarin

Lakukan apa yang bisa kamu lakukan sekarang

Rencanakan apa yang akan kamu lakukan esok

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s